Lihat Akar Permasalahannya!

Waktu Siang sekitar jam dua lebih lima belas menit, terjadi dialek antara dua orang di kamar mandi DPSK-BI lantai 20 sisi kanan. Si A adalah seorang mahasiswa yang sedang magang di DPSK-BI, sedangkan si B adalah pegawai kebersihan BI. Berikut cuplikan dialek keduanya:

B: Lo yang bener dunk klo pake toiletnya!
A: Maaf Pak, maksudnya apa ya Pak?
B: Jangan basah-basah gitu dunk pake toiletnya!
A: Maaf Pak saya baru buang air besar.
B: Lo yang bener dunk! Gw sering merhatiin lo klo make toilet basahan muluk deh!
A: Lah klo saya buang air besar kan harus cebok pak, kalo cuman pake air dikit, gimana dunk?
B: Yah jangan basah-basah gitu dunk! Gw kan capek ngebersihinnya! 
A: Masalahnya klo cuman pake air dikit, masih takut najis pak.
B: Ya gw kan capek bersihin terus, ntar klo ada orang lain make gimana?
A: Ya maaf deh pak!
B: Gw juga bisa dimarahin atasan klo toiletnya kagak bersih!

Dari dialek sepintas mari kita renungi masalah yang terjadi antara si A dan si B. Terjadi dilema antara si A yang memang membutuhkan air untuk mensucikan dirinya, sehingga menggunakan air yang cukup banyak. Sedangkan si B sebagai pegawai yang senantiasa membersihkan toiletnya, dan tidak mau tahu kenapa si A mengeluarkan air yang cukup banyak. Namun bisa kita lihat bahwa si B dalam keadaan yang terpojokkan karena bisa dimarahin atasan or orang lain yang mau make toilet karena gak kering, dan harus kerja terus tuk membersihkan toilet bila toilet kotor sesekali. 

Bila dianalisa lebih lanjut, bisa ada beberapa kemungkinan yang sedang terjadi di sini. Kemungkinan pertama adalah, si B terlalu dituntut oleh atasannya yang mewajibkan keadaan toilet yang selalu kering dan bersih. Kemungkinan kedua, si B memang orang yang males bekerja, sehingga ada kerjaan tambahan dia tidak mau repot dan capek, padahal itu kewajiban dy. Kemungkinan ketiga si A terlalu buang-buang air sehingga si B menganggap di batas kewajaran. Namun kemungkinan terakhir ini, saya rasa tidak karena memang kondisinya sedang diperlukan.

Dari kemungkinan pertama dan kedua, menurut analisa kami, kondisi yang sering terjadi adalah kemungkinan pertama, di mana tuntutan dari pimpinan terkadang terlalu membebani pekerjanya, sehingga bila terjadi kesalahan sedikit, si pekerja harus kerja lebih. Artinya, pesan yang dapat diambil dari permasalahan di atas adalah Liat Akar Permasalahannya!. Maksudnya, ketika kita dihadapkan oleh berbagai masalah, jangan hanya melihat sisi luarnya, tapi langsung ke akar yang menyebabkan masalah itu timbul. Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Bahkan untuk pemerintah negara ini, tolong lihat akar permasalahannya sebelum mengeluarkan sebuah kebijakan. Dan tolong kaitkan kebajikan itu untuk kemashlahatan atau kepentingan orang banyak (sesuai tujuan Dunia dan Akhirat-> Falah). Insyaallah negeri ini lebih baik lagi! Amin :-)