The Value of Time


Weekend pertama di bulan Mei ini mengajarkan betapa berharganya waktu pada diri ini. Berawal dari selesainya aktivitas di hari Jumat dalam pekan pertama, telah terjadwal untuk memenuhi undangan teman-teman Futsal Kaskus Cibinong di malam hari. Baru sampai kosan Sentul jam 8, tetapi semangat silaturahim memperkuat tekad tuk berangkat malam itu. Meskipun latihan kala itu kalah saat ditandemkan dengan tim salah satu member, tetapi tawa canda yang diprakarsai oleh pak ketua yang baru, bang Ono sangat manjur.
Setibanya dari latihan, tubuh yang penuh keringat naas melihat kondisi kosan yang berantakan. Tanpa banyak kompromi, pekerjaan mulia itu pun diselesaikan dengan cepat. Menjelang tidur, tak lupa blog ini serta usaha jual pulsa (promosinya da di sini :D) ditata dan dirapikan kembali (jagalah keistiqomahan ini ya Robbi..). Malam pun berganti pagi, tak terasa waktu begitu cepat berlalu.
Di pagi hari yang cerah, jadwal latihan futsal bareng anak2 EI8 dan Cipams Family tak ingin ditinggalkan. Permainan seimbang dan alot membuat tak menyesal tuk bermain bersama. Dan di hari ini ada dua agenda penting dan urgent in my side (apa bedanya yak? haha ).  Firstly, the TOEFL test in the day time, and finally, Dinar Tazkia 2012 meeting in the afternoon. 
TOEFL yang terdiri dari 3 sesi (bagi yang belum tahu), listening; structure and reading, membuat otak panas hanya tuk memikirkan bahasa orang asing yang sedang mendunia tersebut (berharap semua temen Tazkia Eight lulus dengan nilai maksimal, amin). I hope my score will became better than the previous one. Selanjutnya berkumpul tuk sekedar sharing demi kesuksesan Dinar 2012 bersama ShemiSandiSa'adTendy serta kak Hilman sampai maghrib pun tiba. 
Setibanya di kosan, badan yang telah letih dan pegal pun ingin segera diistirahatkan, tapi ternyata hasrat tuk mengecek blog serta merapikan keuangan boyo cell tidak bisa tuk ditinggalkan. Hingga malam pun semakin larut, dan dengan sendirinya tertidur tuk kedua kalinya. Dan terbukti di esok hari yang cerah, tubuh ini pun meminta hak-nya tuk istirahat, bangun tidur-pun tidak seperti biasanya, agak kesiangan, serta ditambah rasa nyeri dan pegal. Niat yang tertanam tuk menghadiri kajian bersama KH Arifin Ilham tidak terlaksana. 
Hingga menjelang siang, ajakan kang WahyuFajrin dan Ery tuk berenang bersama tak pantas tuk ditolak, sebuah pilihan yang sayang tuk dilewatkan (karena telah jarang berenang). Ditutup dengan makan bakso solo bersama asli orang Wonogiri yang pedas memberikan semangat persaudaraan yang tak pernah padam. Dalam perjalanan pulang beberapa agenda yang sebelumnya telah dipikirkan alhamdulillah teringat lagi, tuk memperbaiki telepon genggam yang mulai error, serta mencari softcase tuk netbook tercinta. Panasnya siang hari, tak meruntuhkan semangat tuk menyelesaikan agenda tersebut, mengingat semakin tergerusnya waktu garansi telepon tersebut, Jambu Dua project already done
Weekend yang penuh dengan agenda-agenda yang telah diatur maupun tidak menunjukkan betapa berharganya waktu ini. Ketika kita tidak menghargainya (artinya kita menjalani apa adanya layaknya air yang mengalir), kita tidak akan merasakan nikmatnya keberhasilan dan kerja keras itu. Karena Allah telah menginformasikan kepada kita bahwa, sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sebuah kaum bila mereka sendiri tidak mau berubah (Ar-Ra'du ayat 11). Waktu yang dibiarkan berlalu, akan menghilangkan kerja keras yang seharusnya dapat kita laksanakan, opportunity cost (bahasa kerennya B-) yang hilang akan tinggi. 
Hal ini selaras dengan banyak firman Allah dalam sumber pedoman hidup kita yang dimulai dari janji Allah dengan model: demi waktu dan kawan-kawannya. Artinya, keutamaan akan waktu ini sudah menjadi unsur penting dalam kehidupan. Sayangnya, dalam pemikiran yang salah, sebagian orang mengubungkan waktu dengan uang, dan uang-lah yang dihargai di atas waktu, kita kenal istilah ini dengan sebutan time value of money. Sebagian yang lain tidak beranggapan waktu-lah yang lebih berharga dari benda apapun, termasuk uang, yang mereka sebut dengan istilah economic value of time
Saya tidak ingin bercerita mengenai perbedaan keduanya secara detail saat ini, karena keterbatasan waktu malam ini, insyaallah akan saya kupas tuntas mengenai keduanya di edisi-edisi berikutnya (ingatkan kalau lupa ya ;). Tetapi kedua konsep tersebut memiliki irisan yang sama, yakni waktu itu sangat berharga. Oleh karenanya mari kita pergunakan waktu dengan sebaik mungkin, karena waktu tidak akan kembali lagi (kecuali doraemon bisa diciptakan di dunia ini), dan kita tidak tahu kapan akan kehilangan waktu selamanya (meninggal red). Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah dan umat Rasulullah yang bisa menjaga waktunya tidak lepas tuk beribadah kepadaNya.. Amin Amin Amin